Migrasi ke Apple Product, Biar Keren?

Dalam postingan saya kali ini saya akan beberkan beberapa alasan saya migrasi ke Apple Product. Apple yang saya maksud di sini bukan buah apel itu ya, tapi merek dagang teknologi yang diklaim sebagai perusahaan nomor wahid di bidangnya ini.

Buat kebanyakan orang pasti sudah tidak asing dengan iPhone, Macbook, iPad, atau iPod. Semua produk ini merupakan produk Apple yang selalu diidentikkan dengan kemewahan, ekslusifitas, dan desain yang sangat keren. Tak jarang orang bermimpi untuk memiliki gadget dengan logo apel tergigit ini. Bahkan ada yang rela menabung berbulan-bulan untuk membeli sebuah gadget iPhone terbaru. Ini lah fatanya, apple memang sangat menawan untuk dimiliki semua orang. Namun produk apple tidak semudah itu dimiliki setiap orang. Faktanya, harga sebuah device berlogo buah apel ini sangat tidak terjangkau untuk masyarakat ekonomi pas-pas an. Harganya selangit.

Saya pribadi awalnya adalah pengguna android dan windows sejati. Dari awal munculnya HP ber OS Blackberry, saya tidak pernah tergiur untuk memiliki Blackberry sedikitpun. Begitupula dengan computer berbasis Mac. Portability dan features membuat saya tetap mengunggulkan produk Android dan Windows. Harga device Android dan Windows pun sangat varies dan tergolong terjangkau (baca: mempunyai value lebih tinggi daripada Blacberry dan IOS/Mac).

Tahun 2010, saya membeli HP android pertama saya dengan merek Samsung Galaxy Mini. Dengan Budget 1,5 juta waktu itu, saya bisa memiliki HP super canggih layar sentuh yang keren. Waktu itu tak banyak HP Blackberry yang menyematkan fitur layar sentuh. Kalau pun ada harganya pasti selangit. Di susul tahun 2013, saya membeli laptop pertama saya dengan merek Asus K43Bu, disematkan prosesor AMD A Series dengan integrated GPU 2GB. Harganya sangat terjangkau, yakni 3 jutaan sudah bisa dapat laptop multitasking yang handal, siap buat lembur dan main game sampai jebol. Sampai saya menuliskan artikel ini, laptop Asus saya masih ada dan berfungsi dengan baik. FYI, laptop Asus saya ini mantap dan lancar untuk main PES 2013 pada settingan medium.

Buat saya, produk apple saat itu adalah simbol pemerkosaan terhadap teknologi. Konsumen dipaksa untuk membayar harga tinggi untuk feature yang gak worth it. Buat apa kita membayar sebuah harga yang tinggi jika value yang kita dapatkan rendah? itu lah yang saya fikirkan saat itu sampai bertahun-tahun kemudian.

Apple Product iPhone 6s
iPhone 6s

Beberapa teman saya yang gadget hunter mungkin tidak pernah memikirkan value atau feature. Bagi mereka yang holic mungkin produk apple adalah prestise atau gengsi. Mereka tidak perlu fitur-fitur canggih atau mempertimbangkan cost dan value. Yang mereka fikirkan hanyalah eksistensi diri. Dengan produk apple di tangan tentu buat mereka adalah meningkatnya status sosial. Buat saya itu adalah kebodohan.

Namun, setelah negara api menyerang (hahaha), pandangan saya berubah 180 % pada produk-produk apple. Nyatanya sekarang saya adalah pengguna Macbook dan iPhone. Lalu apa sih yang membuat pandangan saya berubah. Apakah saya sekarang berparadigma seperti teman-teman saya yang gadget hunter tadi? Ini dia alasan saya yang lebih tepatnya kenapa saya bermigrasi ke apple product.

Design yang Premium dari Apple Product

Saya mungkin pernah komplain masalah harga dan value yang didapatkan pada sebuah device apple. Misalnya saja untuk sebuah iPhone 6s saya harus menebus kurang lebih 6 juta di tahun 2018. Padahal, iPhone 6s adalah pabrikan lama sekitar tahun 2016 silam. Yang saya dapat dari Iphone 6s pun hanya 2GB RAM, 64 GB internal memory (ga bisa ditambah MMC/ atau microSD), dan kamera standar 12 MP. Kalau saya belikan ke produk Android misalnya, saya bisa dapat spesifikasi yang gila. Sebut saja dengan budget 6 jutaan saya sudah bisa membeli Xiaomi Mi 8 dengan spech 6GB RAM, CPU Snap Dragon Octa Core 2,8 GHz, 64 GB internal, dan dual camera (depan belakang) 20 MP. Value yang sangat menggiurkan bukan?

Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya jika kita berbicara masalah value kita bukan saja bicara fitur. Namun kita juga bicara kompabilitas, durability, performance, dan design. Dengan dukungan teknologi apple yang satu langkah lebih maju dari kompetitornya, jelas iPhone memiliki kompabilitas yang cukup memadahi. Daya tahan produk apple pun tidak main-main. Device apple sudah didesain dengan teknologi yang sangat canggih sehingga tahan akan benturan, goresan, bahkan percikan air. Dari segi performance, apple sangat unggul dalam memaksimalkan kinerja OS dalam device nya sehingga meskipun minim spesifikasi, produk apple tetap nyaman dan mulus untuk menjalankan multitasking. Hampir jarang HP saya ngelag atau lemot, padahal cuma RAM 2GB.

Oleh sebab itu, design apple sangatlah premium. Dari segi bahan dan juga OS yang berjalan sangat optimal. Tak heran kalau harganya pun jauh lebih tinggi dari produk-produk kaleng kompetitornya. Jadi, anggapan saya bahwa secara value memilih apple product adalah kebodohan sekarang telah bergeser (setelah saya mencoba produk apple sendiri).

Sesuai Kebutuhan

Kalau kita tidak butuh tentu kita tidak membelinya. Tapi maksud saya tidak seperti itu. Kebutuhan yang saya maksud adalah masalah prioritas dan portability. Sebelum saya mempunyai Macbook Pro, saya mempunyai Acer 15 inch dengan prosesor AMD FX 9800 octa core. Sangat powerful untuk design, editing (lumayan lah, tapi rendernya lamaaaa), dan gaming (PES 2017 mulussss). Namun bisa dibayangin dong laptop 15 inch yang sangat besar dan tebal kalau harus dibawa ke sana ke sini. Apalagi mobilitas saya sekarang sangat tinggi. Saya rasa laptop acer ini lebih cocok untuk gaming dan urusan rumahan. Untuk portabilitas dan kerjaan sehari-hari, macbook pro sangatlah cocok untuk saya. Apalagi hobi saya yang sekarang lebih suka blogging dan editing video, membuat macbook pro sebuah kebutuhan yang tak tereleakkan lagi.

Apple Product
Tampilan Layar Macbook Pro saya

Kesimpulan

Dengan investasi yang lebih tinggi, saya akhirnya bisa mendapatkan produk Apple dengan segala kekurangan dan kelebihannya (semua pasti ada kekurangannya karena kesempurnaan hanya milik Allah S.WT.). Secara value memang pastas sebuah produk apple dihargai tinggi. Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa value yang kita dapat ternyata sepadan dengan apa yang kita bayar. Hasilnya pun saya sekarang lebih rajin ngeblog dan editing video (tentunya karena sudah investasi tinggi jadi ya harus dimaksimalkan). Plus, kita dapat sebuah label (yang sebenernya bukan tujuan saya memiliki apple product) keren karena dapat memiliki apple divice. Saran saya buat kalian yang berebcana migrasi ke apple product, pastikan memang kebutuhan kalian yang mendorong kalian, bukan ego kalian!

Jangan lupa chek youtube channel saya juga ya. Klik di sini

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of