Beli iPhone Refurbished dari Distributor Platinum?

Pertengahan tahun 2018 saya memutuskan untuk membeli sebuah iPhone refurbished dari distributor Platinum. Keputusan ini tentunya diambil setelah melakukan riset dan googling sana-sini mengenai spesifikasi iPhone yang mau saya beli. Awalnya saya mau membeli iPhone 6s Plus yang secara body lebih besar dari HP pada umumnya (dan baterainya lebih panjang umur), namun kemudian saya jatuh hati pada yang seri 6s saja yang lebih handy di tangan.

Membeli iPhone refurbished bukan perkara mudah. Banyak pertimbangan resiko yang harus difikirkan terlebih dahulu. Apalagi kalau barang refurbished yang dibeli bukan resmi refurbished dari Apple sendiri (saya rasa kalau yang refurbished dari Apple lebih aman dan terjamin). Kalau temen-temen chek di Bukalapak atau Tokopedia, pasti banyak bertebaran iPhone dengan berbagai seri yang dijual murah. Misalnya saja ada iPhone 7 yang dijual dengan harga 5 jutaan. Padahal normal harga iPhone 7 saat ini masih 7 juta ke atas. Nah barang-barang ini biasanya adalah barang refurbished atau barang rekondisi. Biasanya penjual tidak akan menyebut barang tersebut adalah barang rekondisi. Nah sebelum saya berbagi pengalaman tentang membeli iPhone rekondisi ini, saya mau kasih penjelasan dulu apa itu HP Rekondisi atau refurbished.

Apa itu iPhone Refurbished atau Rekondisi?

iPhone refurbished merupakan iPhone secondhand yang diremajakan (diperbaiki dan dipacking ulang sehingga tampak baru) oleh Apple sendiri atau pihak distributor lain. Untuk saat ini di Indonesia kita belum bisa mendapatkan iPhone refurbished resmi dari Apple karena hanya dijual di Amerika atau negara tertentu saja. Harga iPhone refurbished pun masih dibandrol tinggi meskipun sudah tidak setinggi harga barunya. (update: ternyata iPhone refurbished resmi dari apple sudah bisa didapet di iBox dan gerai-gerai penjualan apple resmi di Indonesia)

refurbished iphone

Selain resmi refurbished dari apple, banyak distributor atau perusahaan yang menangkap peluang jualan iPhone bekas ini yang mereka rekondisi sedemikian rupa. Distributor pun sangat beragam, ada yang usaha reparasi kecil-kecilan sampai perusahaan besar yang memiliki bidang usaha refurbished produk-produk Apple. Sebut saja diantara nya yang terkenal adalah distributor Platinum.

iPhone rekondisi/refurbished pun masih akan dikategorikan ke dalam beberapa kondisi. Ada kategori grade A yang umumnya barang diterima oleh distributor dalam keadaan fisik luar dalam yang bagus dan hanya perlu penyegaran casing. Kategori B dan C tentunya akan semakin memprihantinkan kondisinya.

Ketika kita membeli HP rekondisi ini kita tidak pernah tahu apakah HP ini memang benar masuk kategori A, B, atau C karena tidak ada pengklasifikasi an khusus dan label pada box penjualannya. Yang meraka expose hanyalah HP yang mereka jual adalah HP baru. Buat yang awam mungkin langsun percaya bahwa HP tersebut adalah HP “Baru”. Padahal HP tersebut adalah HP rekondisi.

Amankah pakai iPhone Refurbished?

Menurut penelusuran saya di beberapa forum online, sangat sulit untuk menentukan kualitas dari HP rekondisi yang akan kita beli. Ibarat pepatah membeli HP rekondisi itu seberti membeli kucing dalam karung. Kita tidak pernah tahu bagaimana latar belakang device sebelum direkondisi. Apakah dia rusak berat, ringan, atau tidak rusak sama sekali. Tidak ada tolok ukur yang jelas dari segi kualitas ini sendiri.

Beberapa orang saling berbagi pengalaman menggunakan HP rekondisi yang dikemudian hari ditemukan banyak masalah-masalah. Dari masalah speaker yang tiba-tiba tidak bunyi, layar sentuh yang tidak responsive lagi, sampai device yang tiba-tiba mati dan gak hidup-hidup lagi. Semua kasus-kasus ini bisa saja terjadi pada HP rekondisi atau iPhone rekondisi yang bukan CPO (certified pre owned) refurbished resmi dari Apple.

Saran saya, jika kalian tidak mau bereksperimen membeli kucing dalam karung mendingan kalian bisa membeli iPhone secondhand yang bukan refurbished (yang bekas pemakian wajar dari orang pertama). Ke dua kalian bisa membeli CPO resmi keluaran Apple yang sudah bisa didapat di retail-retail resmi Apple di Indonesia.

Bagaimana dengan iPhone Refurbished yang Saya Beli?

Saya membeli iPhone refurbished pada bulan Juni 2018 lalu. iPhone 6s refurbished yang saya beli merupakan hasil refurbished distributor Platinum. Sampai dengan saya menuliskan artikel ini, iPhone 6s refurbished saya tidak ada masalah. Sudah terjatuh dari berbagai macam posisi dan semoga tidak ada masalah. Banyak dari teman-teman yang menggunakan iPhone refurbished mengalami beberapa kendala dengan device di bulan ke 6 mereka menggunakan device mereka. Semoga tidak ada masalah dengan device saya.

Jadi intinya, iPhone refurbished yang bukan resmi besutan apple bukan menjadi alternatif yang aman bagi apple lovers. Mendingan kita nabung dikit lagi deh biar bisa membeli device yang certified aman dan gak was-was di kemudian hari.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of