The Winner of Malay Creating Festival 2018

The Winner of Malay Creating Festival 2018

Bintan – Keripik keledek menjadi ide bisnis terbaik tingkat pelajar di ajang Malay Creating Festival 2018 yang diikuti oleh 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Ide bisnis itu lahir dari buah pikiran seorang pelajar SMAN 1 Kabupaten Bintan, Feri Dion Marchiano.

Dia remaja asal Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong yang menjadi Anggota Garuda Muda Bintan atau Garuda Muda Camp Angkatan XI binaan PT Bintan Resorts Cakrawala (BRC).

Feri Dion Marchiano mengaku sangat senang dan bangga telah memenangkan perlombaan ide bisnis kalangan pelajar yang diikuti 3 negara itu.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Garuda Muda Camp dan PT BRC. Karena saya telah dididik dan dibina hingga menorehkan prestasi yang luar biasa ini,” ujar Feri, Selasa (11/9/2018).

Ide bisnis keripik keledeknya yang berhasil memikat para dewan juri itu lahir ketika dia melihat para petani di desanya.

Saat panen, harga keledek kala itu turun. Timbulah rasa iba karena jerih payah petani yang bercucuran keringat itu tak terbalaskan dengan hasil yang didapat.

Lalu dari rasa iba itulah melahirkan sebuah ide baru baginya untuk mengembangkan usaha. Namun ide inilah diceritakan kepada pembina Garuda Muda Bintan PT BRC.

“Di sinilah (Garuda Muda Bintan) saya bisa mengeksplore ide itu. Lalu, saya dibina dan didukung sehingga ide-ide itu sampai menjadi juara pertama,” katanya.

Feri menyampaikan konsep produk keripik keledekya bukan hanya serta merta berfokus pada keuntungan pribadi. Tetapi juga turut berperan dalam meningkatkan nilai ekonomi.

Karena melalui bisnis kripiknya ini, keledek yang dijual dengan harga yang murah akan dibelinya dengan harga di atas rata-rata. Tujuannya untuk membantu dan meningkatkan ekonomi petani keledek itu sendiri.

Agar bisnis itu berjalan lancar. Pastinya rasa keripik harus enak dan beraneka rasa serta gurih. Terus pengemasan dan brandingnya juga harus unik. Sehingga banyak yang tertarik untuk membelinya.

“Saya yakin dapat meningkatkan nilai ekonomi melalui produk keripik ini. Baik ekonomi bagi warga setempat maupun petani keledek,” ucapnya.

Sumber original: Batamnews