Tutorials posting essai garuda muda bintan

Tutorial

Generasi muda Pemuda adalah tulang punggung negara, kata-kata inilah yang Kita gunakan dalam pidato-pidato dalam rangka merayakan hari sumpah pemuda, oleh karena itu masa depan ini sangat tergantung pada generasi muda. Jika ia tumbuh dan bekembang dengan baik maka bangsa itu kelak menjadi bangsa yang maju, dan sebaliknya jika ia tidak mampu berkembang maka negara ini akan hancur … Dengan teknologi dan perkembangan manusia pun tumbuh dengan pesat. Kita saksikan bagaimana teknologi membuat dunia menjadi tanpa jarak dan batas. Ditambah dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi begitu cepat. Ditengah-tengah kemajuan teknologi saat ini adalah kondisi yang sedang mengalami gangguan dari berbagai sektor, baik itu sektor pendidikan, sektor ekonomi, sosial dan sektor lainnya. Pengambilan keputusan di berbagai sektor vital yang melanda negeri ini, krisis di bidang politik, hukum, ekonomi hingga masalah moral pun menimpa bangsa ini. Di negeri ini, banyak orang yang lahir, tumbuh sampai besar sekali, tak pernah sedikit pun yang bisa merasakan kehidupan dan proyek yang layak untuk itu. pemuda di negeri ini merasa prihatin dan akan masa depan mereka. Banyak dari orang-orang muda di negeri ini tidak memiliki pandangan yang jelas. Bagaimana bisa kita saksikan generasi muda saat ini menjadi korban dari era globalisasi atau budaya negatif dunia barat seperti pakaian yang menampakan aurat, pergaulan bebas, dan lainnya. Sifat-sifat yang senang akan kejayaan juga telah merasuki jiwa para remaja masa kini, membuat tulisan perkelahian dan tawuran. Jika melihat kondisi para pemuda Indonesia saat ini, rasa-rasanya sulit bagi kita untuk mengidamkan negeri ini menjadi negara maju, makmur, dan masyarakat dapat hidup dengan layak. Mustahil mendapatkan hasil yang lebih baik dengan usaha yang sama dengan sebelumnya. Jika kita mengisi masa lalu dalam sejarah kebangkitan Indonesia menjadi negara dari penjajahan, dapat kita saksikan tokoh-tokoh pemuda mampu melakukan perjuangan yang luar biasa. Tokoh-tokoh pemuda pada waktu itu mampu menyatukan diri dengan pemuda-pemuda di daerah lain dalam Sumpah Pemuda sebagai upaya mempersatukan bangsa ini. Meskipun mereka dilepas oleh suku, agama, dan bahasa, tetapi itu masalah penghalang. Dapat kita saksikan pula bagaimana seorang Soekarno yang bisa menjadi proklamator sekaligus pemimpin di negeri ini karena dia masih muda. Kita tentu ingat perkuat beliau, “Memberiku lima orang pemuda, niscaya aku akan mengubah dunia”. Disinilah letak keyakinan bahwa pemuda memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi pilar-pilar pembangunan sebuah negara. Jika para generasi muda itu dipersiapkan dengan pembinaan yang akan tumbuh besar maka kelak akan menjadi insan-insan pengukir dalam sejarah peradaban negeri, jika kemudian terjadi biasa saja tetapi tidak akan berhasil jika ia hanya akan membebani bangsa ini. Pemuda sudah sepantasnya menjadi agen perubahan, gantikan, yang membawa bangsa ini menjadi lebih baik, lebih bersatu, lebih makmur, lebih demokratis. Dalam menciptakan generasi muda ya bisa berubah bagsa ini kita harus menyortir sejak dini. Salah satunya yaitu di dalam keluarga, pada hakikatnya keluarga menjadi wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih dalam bimbingan tanggung jawab untuk orangtuanya. Perkembangan anak-anak di situasi fisik, emosional sosial dan intelektual. Bila kesemuanya berjalan secara harmonis maka dapat dikatakan bahwa anak-anak tersebut dalam keadaan sehat jiwanya. Keluarga yang bersatu di dalam masyarakat tetapi merupakan sesuatu yang mendasar dan mendasar, oleh sebab itu keluarga memiliki peran yang besar dan vital dalam kehidupan yang sangat berpengaruh, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Demikian pula jika keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan, maka hal ini akan menyebabkan anak-anak terperosok atau tersesat jalannya. Masa remaja awal menjadi masa transisi, di mana usianya berlangsung antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan belasan yang tidak menyenangkan, di mana terjadi pada yang terbaik, secara fisik, dan juga sosial. Pada masa hidup yang memungkinkan dapat terjadi masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan menyimpang. Melihat kondisi tersebut yang didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya Penyiksaan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang merupakan aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya disebut dengan kenakalan remaja. dominan adalah dari keluarga yang merupakan lingkungan yang paling pertama ditemui seorang anak, orang tua harus perkembangan anak. Lingkungan yang baik sangat dibutuhkan dalam masa pendidikan remaja. Remaja masih perlu mencari jati dirinya, lingkungan untuk mendukung remaja yang menjadi remaja yang baik. Dalam bergaul, seoarang pemuda bisa mengikuti perilaku teman bergaulnya. Pemuda masih dalam proses mencari jati diri, jadi mereka selalu cocok untuk hal yang dianggapnya menarik. Seorang pemuda akan mempertimbangkan hal-hal yang biasa dilakukan kebanyakan teman-di. Jika teman-teman berperilaku baik maka ia akan mencontohnya dan sebaliknya. Generasi muda harus dibangkitakan dan harus di timbang kan agar generasi muda akan tumbuh berkembang..dan membuat semua generasi muda berprestasti..dan yakin bahwa generasi muda sangat berguna bagi generasi muda … Nama: rafika cindi kenora Kelas: X apapl Tema: generasi muda

Leave a Reply

Please Login to comment
avatar
  Subscribe  
Notify of